You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tunggak Retribusi, 18 Kios di Terminal Pulogadung Terancam Ditutup
photo Nurito - Beritajakarta.id

Kios di Terminal Pulogadung Terancam Ditutup

Sebanyak 18 kios yang berada di dalam areal Terminal Pulogadung, Jakarta Timur terancam ditutup akibat menunggak pembayaran retribusi.

Kalau dalam waktu satu bulan masih menunggak juga, ya terpaksa kita segel dan tutup

Kini belasan kios tersebut telah dilayangkan surat peringatan dan diberikan batas waktu membayar tunggakan selama kurun waktu satu bulan.

Kasatpel Operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Syamsul Mirwan mengatakan, 18 kios di Terminal Pulogadung telah menunggak pembayaran retribusi antara dua hingga empat bulan.

Warga Minta Kios Permanen di Jalur Hijau Dibongkar

Padahal biaya retribusi yang dikenakan kepada para pemilik kios terbilang sangat murah yakni sekitar Rp 30 ribu per meter persegi setiap bulan.

"Kalau dalam waktu satu bulan masih menunggak juga, ya terpaksa kita segel dan tutup. Hari ini baru diberikan surat peringatan dulu," katanya, Senin (21/3).

Syamsul menambahkan, selain di Terminal Pulogadung, di Terminal Senen, Jakarta Pusat juga ada tiga kios yang menunggak pembayaran retribusi. Ketiga kios di terminal tersebut telah disegel sejak pekan lalu.

"Sanksi terberatnya adalah mereka tidak bisa berjualan lagi di terminal," katanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1304 personTiyo Surya Sakti
  2. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye1165 personFakhrizal Fakhri
  3. Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

    access_time03-09-2026 remove_red_eye802 personNurito
  4. Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026

    access_time30-08-2026 remove_red_eye799 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Paparkan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026

    access_time31-08-2026 remove_red_eye788 personBudhi Firmansyah Surapati